Banjir Kota Tangerang 2025 masih merendam beberapa wilayah dengan ketinggian air bervariasi antara 35 hingga 90 sentimeter. BPBD Kota Tangerang mencatat wilayah terdampak paling parah berada di RT 02 RW 06 Kecamatan Cipondoh, di mana 150 KK atau sekitar 350 jiwa harus menghadapi genangan cukup tinggi.
Untuk membantu warga yang ingin mengungsi, BPBD telah membuka dua posko pengungsian, yakni di Masjid Al-Ma’arif dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Masjid Al-Ma’arif dapat menampung 20 KK atau 50 jiwa, sedangkan RPH bisa menampung hingga 20 KK atau 150 jiwa. Meski begitu, sejumlah warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing, dan petugas BPBD tetap memantau kondisi mereka secara berkala.
Selain memonitor debit air dan membantu mobilisasi warga, BPBD bersama Dinsos juga telah menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan dasar lainnya. Sementara itu, Dinas PUPR Kota Tangerang mengoptimalkan kerja pompa air untuk mengendalikan debit Kali Angke di Bendungan Polor Cipondoh, terutama karena curah hujan tinggi masih diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Hingga laporan terakhir, Jembatan Polor yang biasa menjadi jalur alternatif menuju Kembangan, Jakarta Barat masih tergenang dan belum bisa dilalui. Pemkot Tangerang memastikan pemantauan terus dilakukan di seluruh titik rawan banjir.
Dikutip dari RRI.co.id






