Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000, Ini Penyebabnya

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan berat dan diperkirakan berpotensi menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat. Pelemahan mata uang Garuda dipicu kombinasi sentimen eksternal, mulai dari meningkatnya tensi geopolitik global hingga ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah pada perdagangan Kamis (28/5/2026) terbilang cukup besar. Ia mencatat rupiah telah melemah sekitar 70 poin hingga berada di level Rp17.870 per dolar AS.

Menurutnya, jika tekanan pasar terus berlanjut, nilai tukar rupiah berpotensi mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada pembukaan perdagangan berikutnya. Bahkan, hingga penutupan perdagangan sore hari, rupiah diperkirakan dapat bergerak ke kisaran Rp17.900 per dolar AS.

Ibrahim menjelaskan, salah satu faktor utama pelemahan rupiah berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi memanas setelah adanya laporan serangan Amerika Serikat terhadap instalasi di wilayah Iran Selatan yang dikhawatirkan memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan tersebut.

Selain itu, konflik Rusia dan Ukraina yang kembali memanas juga memperburuk sentimen pasar global. Ketidakpastian geopolitik ini mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga menembus level USD96 per barel, yang turut meningkatkan tekanan terhadap negara-negara importir energi seperti Indonesia.

Di sisi lain, penguatan dolar AS juga dipicu ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ketat Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang masih fokus menekan inflasi memicu spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, bahkan masih terbuka peluang kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun.

Kondisi tersebut membuat dolar AS semakin diminati investor sebagai aset aman, sementara mata uang negara berkembang termasuk rupiah mengalami tekanan. Pelaku pasar kini menantikan langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global yang terus meningkat.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Update Harga Emas Pegadaian 28 Mei 2026, Antam, UBS, dan Galeri24 Serentak Turun

    Harga emas di Pegadaian pada Kamis (28/5/2026) pagi mengalami penurunan pada tiga jenama yang diperdagangkan, yakni Antam, UBS, dan Galeri24. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian pada pukul 07.48 WIB, harga emas…

    KAI Layani 5.460 Penumpang di Stasiun Malang Saat Libur Idul Adha 2026

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya melayani sebanyak 5.460 penumpang di Stasiun Malang pada momen libur Idul Adha 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 2.749 penumpang berangkat dan…