Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penanganan dampak banjir pasca-robohnya tanggul sungai di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, membutuhkan dukungan alat berat guna mempercepat proses pemulihan di lapangan. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak untuk membersihkan material sisa banjir sekaligus memulai pembangunan tanggul darurat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan BPBD Kabupaten Poso bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Hasil asesmen menunjukkan perlunya dukungan logistik berupa alat berat untuk mendukung proses penanganan pascabencana.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu sejak Sabtu sore. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Betalemba meningkat drastis hingga menjebol tanggul dan memicu banjir bandang di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.
Dampak banjir mengakibatkan 25 kepala keluarga sempat terisolasi akibat rumah mereka terendam luapan air. Selain merendam 25 unit rumah, banjir juga merusak satu ruas jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat serta merobohkan tanggul sungai.
BNPB menegaskan percepatan pemulihan infrastruktur menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mengantisipasi potensi banjir susulan di wilayah tersebut.
Dikutip dari antaranews.com





