PT Bank Mega Syariah mencatat kinerja positif pada produk pembiayaan emas Flexi Gold dengan total realisasi pembiayaan mencapai lebih dari Rp43 miliar hingga Mei 2026. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 1.688 persen secara year to date (ytd), jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang tercatat sebesar Rp2,42 miliar.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto A. Ferary, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan emas tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Menurutnya, emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati karena memiliki nilai yang relatif stabil dan dapat digunakan untuk diversifikasi portofolio.
Berdasarkan sebaran wilayah, Jakarta menjadi kontributor terbesar pembiayaan Flexi Gold dengan porsi 36,6 persen dari total pembiayaan nasional. Sementara itu, Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat pertumbuhan paling agresif dengan kenaikan realisasi pembiayaan lebih dari 21.283 persen hingga Mei 2026.
Melalui produk Flexi Gold, nasabah dapat memiliki emas dengan skema pembiayaan berbasis syariah mulai dari gramasi 5 gram hingga 100 gram. Produk ini juga menawarkan uang muka mulai 10 persen, margin kompetitif, serta berbagai fasilitas tambahan seperti gratis biaya cetak emas fisik, pengiriman, dan asuransi. Bank Mega Syariah menilai kemudahan akses dan kepatuhan terhadap prinsip syariah menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema pembiayaan syariah.
Dikutip dari antaranews.com







