Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,7 triliun pada tahun 2027 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur listrik desa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut dijalankan melalui skema kontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara sekaligus Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan, anggaran sebesar Rp8,77 triliun dialokasikan untuk skema MYC 2026–2027 dengan target 3.054 lokasi. Sementara Rp977,57 miliar disiapkan untuk skema MYC 2027–2028 yang mencakup 101 lokasi tambahan. Program ini menjadi bagian dari pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun.
Selain pembangunan listrik desa, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk program ketenagalistrikan lainnya, seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 250 ribu sambungan rumah, konversi kompor listrik, dan konversi motor listrik. Kementerian ESDM mencatat masih terdapat sekitar 8.000 lokasi yang belum mendapatkan akses listrik secara optimal, terutama di wilayah terpencil dan pelosok. Melalui program ini, pemerintah menargetkan seluruh wilayah yang belum teraliri listrik dapat memperoleh akses energi pada 2029, sehingga mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.





