Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 tumbuh 10,8 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 9,2 persen, sehingga mencapai Rp10.415,9 triliun.
Pertumbuhan M2 tersebut didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen dan uang kuasi sebesar 6,0 persen. BI menyebutkan bahwa perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit serta meningkatnya aktiva luar negeri bersih.
Penyaluran kredit tercatat tumbuh 10,8 persen (yoy), meningkat dari 9,4 persen pada bulan sebelumnya. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih juga naik 5,2 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 3,7 persen.
Selain itu, BI juga mencatat uang primer (M0) adjusted tumbuh 14,2 persen (yoy) menjadi Rp2.214,6 triliun, didorong oleh peningkatan giro bank umum di BI serta uang kartal yang diedarkan. Pertumbuhan ini telah mempertimbangkan dampak kebijakan pengendalian moneter melalui insentif likuiditas.







