Jakarta – Ekspor industri kerajinan Indonesia mencapai USD909,95 juta pada triwulan II 2026, atau meningkat 6,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan daya saing produk kriya dan wastra Indonesia semakin kuat di pasar internasional.
Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Loemongga Agus Gumiwang mengatakan, pengembangan industri kerajinan terus didorong melalui pembinaan, promosi, kemitraan, serta perluasan akses pasar. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Pameran Kerajinan Jogja Istimewa (PKJI) 2026.
Menurut Loemongga, produk wastra Nusantara memiliki potensi besar di tengah tren slow fashion karena menawarkan bahan alami, teknik produksi tradisional, keterampilan perajin, serta nilai budaya yang menjadi keunggulan di pasar domestik maupun mancanegara.
Selain memperluas pasar, pengembangan industri kerajinan juga diarahkan untuk mendorong regenerasi perajin dengan melibatkan generasi muda. Langkah ini dinilai penting agar wastra dan kriya Nusantara tetap berkembang sekaligus mampu mempertahankan identitas budaya Indonesia di tengah persaingan pasar global.






