Petani Indonesia Kini ‘Cash Rich’: Kebijakan HPP dan HET Dorong Lonjakan Daya Beli

Kesejahteraan petani Indonesia kini disebut mencapai titik tertinggi sejak negara ini merdeka. Pernyataan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam 13th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta. Menurutnya, petani—khususnya petani padi dan jagung—untuk pertama kalinya berada dalam kondisi cash rich dalam 80 tahun terakhir.

Peningkatan kesejahteraan ini ditopang oleh dua kebijakan utama pemerintah. Pertama, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram yang berlaku sejak awal 2025. Kedua, penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk urea dan NPK sebesar 20 persen. Kedua kebijakan tersebut langsung disetujui oleh Presiden Prabowo.

Hashim menjelaskan bahwa dampak kebijakan tersebut terlihat jelas dari meningkatnya pendapatan dan daya beli petani. Aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan meningkat signifikan, termasuk tren belanja daring yang kini juga dilakukan oleh petani melalui platform seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya perubahan besar pada kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi.

Dengan daya beli yang terus menguat, Hashim optimistis bahwa kesejahteraan petani akan menjadi motor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan konsumsi domestik.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret Tentukan Lebaran 2026

    Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Sidang digelar di…

    Seskab Paparkan Renovasi 16 Ribu Sekolah dan 218 Jembatan

    Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian pemerintah, termasuk renovasi lebih dari 16 ribu sekolah dan pembangunan 218 jembatan dalam 2,5 bulan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana…