Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis.
Menurut Prabowo, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia perlu dikelola dengan baik melalui pembangunan industri di dalam negeri. Dengan demikian, pengolahan sumber daya alam tidak hanya menghasilkan komoditas mentah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Presiden menilai pembangunan industri merupakan bagian dari proses panjang pembangunan bangsa. Ia juga mengapresiasi kontribusi pemerintahan sebelumnya yang telah mengambil berbagai langkah pembangunan dan meletakkan dasar bagi perkembangan industri saat ini.
Prabowo menekankan bahwa pembangunan dan pengelolaan kekayaan alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kepentingan generasi mendatang.
Selain aspek ekonomi, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dalam pengembangan industri. Hal tersebut mencakup keselamatan, kualitas air dan udara, hingga pengelolaan limbah agar kegiatan industri tetap berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meluncurkan sejumlah proyek industri di kawasan IWIP. Empat proyek yang memasuki tahap komersial terdiri atas Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.
Sementara itu, tujuh proyek lainnya memasuki tahap peletakan batu pertama, yakni Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.
Secara keseluruhan, nilai investasi dari proyek-proyek yang diluncurkan tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.
Pengembangan berbagai proyek industri tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, dengan manfaat yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat dan perekonomian nasional.







