Palang Merah Indonesia (PMI) memberangkatkan sekitar 2.500 ton bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra, menggunakan kapal Kalla Lines melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pengiriman ini difokuskan pada pemulihan dan rehabilitasi, terutama operasi pembersihan agar masyarakat dapat kembali menempati rumah mereka, menjelang Ramadan.
Bantuan PMI mencakup 41 mini ekskavator, 200 jet cleaner, 20 ribu cleaning kit, serta alat-alat manual seperti pacul dan sekop untuk mempercepat penanganan lumpur dan sisa material bencana. Untuk sektor pendidikan, PMI menyalurkan 1,5 juta buku tulis, 20 ribu paket perlengkapan sekolah, dan 5 ribu tas sekolah.
Selain itu, PMI juga mengirimkan 2.000 paket sembako, 1.259 dus mi instan, 812 kompor lengkap regulator, serta 1.000 set peralatan dapur. Operasi kemanusiaan ini direncanakan berlangsung hingga satu tahun ke depan, mencakup tahap pemulihan awal hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penyaluran bantuan cepat dan penguatan gotong royong. Dari sisi kesehatan, terdapat 87 rumah sakit terdampak bencana, dengan sembilan rumah sakit sempat tidak beroperasi. Berkat dukungan berbagai pihak, seluruh rumah sakit sudah kembali beroperasi, sementara dari 867 fasilitas kesehatan tingkat pertama, hanya empat yang masih dalam pemulihan.
Dikutip dari RRI.co.id








