Rupiah Diprediksi Melemah Akibat Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat. Penangkapan ini menimbulkan kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan serangan besar ke Venezuela yang berakhir dengan penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta pemindahan mereka ke New York. Keduanya kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan organisasi teroris. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai dampak terhadap rupiah hanya bersifat sementara. Berdasarkan faktor ini, kurs rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.650-Rp16.800 per dolar AS.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Impor BBM 2026-2027 Dikawal Jamintel, Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola

    PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI untuk mengawal transparansi pengadaan impor BBM, minyak mentah, dan LPG periode 2026-2027. Kerja sama tersebut ditandai…

    Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Kamis

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (20/8/2026). Rupiah bergerak naik 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp17.810 per dolar AS dibandingkan…