Serabi Sasak, jajanan tradisional khas Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali viral menjelang bulan puasa. Kudapan berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula merah ini dikenal dengan proses pembuatan sederhana menggunakan tungku tanah liat, yang menghadirkan cita rasa khas Nusantara.
Di tengah maraknya jajanan modern, Serabi Sasak tetap menjadi favorit lintas generasi. Popularitasnya semakin meningkat berkat konten media sosial dan ulasan positif para food vlogger, yang membuat jajanan ini kembali ramai diburu masyarakat. Kini, Serabi Sasak tidak hanya dijual di pasar tradisional pada pagi hari, tetapi juga tersedia dari siang hingga malam di berbagai lokasi strategis sekitar Kota Mataram.
Harga yang terjangkau, mulai dari Rp5.000 per bungkus, turut menjadi daya tarik utama. Sejumlah lokasi populer penjual Serabi Sasak antara lain Selagalas, Cakranegara, Golong, Pantai Ampenan, dan Monjok, dengan jam operasional yang bervariasi.
Menjelang Ramadan, makanan manis dan jajanan tradisional seperti Serabi Sasak menjadi pilihan favorit untuk dinikmati. Dengan tingginya minat masyarakat, pemburu kuliner disarankan menyiapkan waktu ekstra karena antrean panjang kerap terjadi di lapak-lapak Serabi Sasak yang viral.
Dikutip dari RRI.co.id








