Mataram – Jasa Raharja Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kunjungan Customer Relationship Management (CRM) terkait Iuran Wajib Kapal Laut (IWKL) ke beberapa operator kapal di Lombok Timur, hal ini Pokdarwis Gili Kondo dan Pengelola Gili Lampu pada hari Jumat (27/03/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Jasa Raharja NTB dalam memperkuat sinergi dengan para operator pelayaran sekaligus memastikan implementasi IWKL berjalan tertib dan tepat sasaran. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman operator mengenai kewajiban hukum dan manfaat perlindungan dasar bagi penumpang kapal laut.
Petugas Jasa Raharja NTB, Supiandi menyambangi sejumlah operator transportasi laut yang beroperasi di Lombok Timur, termasuk pelayaran tradisional maupun modern. Kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dialogis, memberikan kesempatan bagi para operator untuk menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam penerapan IWKL. Kepala Jasa Raharja NTB menekankan bahwa kunjungan CRM bertujuan untuk membangun kemitraan yang solid, di mana setiap pihak memiliki peran aktif dalam menjamin keselamatan penumpang.
Dalam kunjungan ini, tim melakukan sosialisasi mendalam terkait mekanisme pembayaran IWKL dan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. IWKL sendiri merupakan iuran wajib yang memberikan jaminan santunan bagi penumpang apabila terjadi kecelakaan selama perjalanan laut. Penjelasan ini disampaikan secara rinci agar seluruh operator memahami bahwa IWKL bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari upaya kolektif untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut di wilayah NTB.
Selain sosialisasi, Supiandi juga melakukan monitoring terhadap penerapan IWKL di lapangan. Evaluasi mencakup proses pengutipan, pencatatan, serta penyetoran iuran oleh operator. Jasa Raharja NTB menekankan pentingnya ketelitian dalam proses ini agar hak penumpang dapat terpenuhi secara optimal dan transparan. Monitoring ini sekaligus menjadi sarana identifikasi potensi kendala yang dapat menghambat pelaksanaan IWKL, sehingga solusi bisa dirumuskan secara bersama-sama.
Kegiatan CRM IWKL juga menjadi wadah diskusi dan konsultasi antara Jasa Raharja dan operator. Para operator diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala teknis maupun operasional yang dihadapi, mulai dari keterbatasan SDM hingga kendala administrasi di pelabuhan. Dengan pendekatan kolaboratif ini, Jasa Raharja NTB dapat merumuskan langkah-langkah perbaikan yang efektif dan aplikatif, sehingga implementasi IWKL lebih mudah, tertib, dan berkelanjutan. Melalui kunjungan CRM IWKL ke Lombok Timur ini, Jasa Raharja NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap tahapan perlindungan penumpang kapal laut. Kolaborasi yang erat dengan operator menjadi kunci terciptanya sistem transportasi yang aman, tertib, dan terpercaya. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat menikmati perjalanan laut dengan rasa aman, nyaman, dan terlindungi, sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap iuran wajib yang menjadi fondasi perlindungan keselamatan publik.





