Tren rambut viral seperti #NoPoo atau “pelatihan rambut” yang menghindari penggunaan sampo kini populer, terutama di kalangan generasi muda. Namun, para ahli mengingatkan tren ini berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan rambut jika dilakukan dalam jangka panjang.
Alih-alih menyehatkan, jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan sebum, kotoran, dan mikroba di kulit kepala. Kondisi ini berisiko memicu ketombe, iritasi, hingga mengganggu pertumbuhan rambut. Bahkan, dapat memperparah kerontokan seperti alopecia androgenetik (AGA).
Selain itu, hormon dihidrotestosteron (DHT) berperan dalam penyusutan folikel rambut, yang membuat rambut semakin tipis dan kehilangan pigmen alaminya. Penumpukan minyak di kulit kepala dapat memperburuk kondisi ini, sehingga mempercepat munculnya uban dini.
Para ahli menegaskan bahwa menjaga kebersihan kulit kepala tetap penting untuk kesehatan rambut. Keramas secara rutin, dengan produk yang sesuai kondisi kulit kepala, dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma serta mencegah kerusakan folikel rambut.
Dikutip dari liputan6.com







