Pemerintah Indonesia melalui Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan stok jagung nasional dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2026. Inpres ini memuat pengadaan jagung dalam negeri sepanjang 2026-2029, dengan target 1 juta ton dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram untuk jagung panen dengan kadar air 18–20 persen.
Program ini ditujukan untuk memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) melalui Perum Bulog, sekaligus mendukung kesejahteraan petani jagung Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan surplus jagung nasional sebesar 0,93 juta ton pada 2025, yang menegaskan capaian swasembada jagung untuk pakan ternak.
Selain pengadaan, Inpres 3/2026 menetapkan penyaluran CJP melalui operasi pasar umum atau pasar khusus, termasuk untuk peternak mandiri dan industri pakan ternak. Hingga awal April 2026, realisasi pengadaan jagung dalam negeri mencapai 125,2 ribu ton atau 123,9 persen dibanding tahun sebelumnya, sehingga stok CJP kini berada di angka 168 ribu ton.
Program ini didukung anggaran Rp678 miliar untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan tahun 2026, dengan fokus pada daerah non-panen untuk menstabilkan harga produk peternak unggas seperti telur dan daging ayam. Data penerima program diverifikasi melalui Bapanas bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
Dikutip dari antaranews.com








