Semarang – Sebagai Upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor khususnya di Kabupaten Semarang, Jasa Raharja Loket Kanwil Jawa Tengah Bersama Stakeholder Forum Komunikasi Lalu lintas jalan menggelar Forum Group Diskusi (FGD) dengan tema Penguatan Integrasi Moda Transportasi Publik pada hari Rabu 06 Mei 2026 bertempat di Terminal Bawen Kabupaten Semarang, Kegiatan Forum Diskusi ini juga dihadiri oleh Tim Korlantas Polri serta Pakar Transportasi dari Universitas Indonesia ini sebagai Langkah strategis dalam upaya untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas khususnya di Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah
Dalam forum diskusi tersebut, Pakar transportasi dari Universitas Indonesia menyampaikan penting dan bermanfaatnya sarana transportasi publik yang memadai sebagai sarana konektivitas masyarakat guna menjangkau tujuan sehingga dapat diminimalisir pengunaan kendaraan Pribadi selain itu juga dibahas mengenai tugas dan Fungsi daripada masing – masing Stakeholder Lalu lintas yang telah dijalankan sejak tahun 2025 sampai dengan quartal satu tahun 2026 serta efektivitasnya terhadap keselamatan lalu lintas bagi masyarakat dan juga dilakukan diskusi interaktif mengenai faktor – faktor penyebab laka yang terjadi di tahun 2026.
Pada kesempatan tersebut Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam upaya pencegahan kecelakaan melalui sinergi kegiatan preventif bersama Stakholder terkait dengan acuan data yang ada, selain itu Jasa Raharja senantiasa memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas sesuai dengan tugas pokok Jasa Raharja yaitu memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui 2 (dua) program pertanggungan wajib. Asuransi Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Umum yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang serta Asuransi Tanggung Jawab menurut Hukum Terhadap Pihak Ketiga yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang juga menyampaikan siap mendukung upaya penurunan fatalitas kecelakan dengan kesigapan dan kualitas tenaga medis dan juga driver ambulance terhadap pelayanan kepada korban kecelakaan yang mana membutuhkan penanganan cepat pasca kecelakaan sehingga golden period keselamatan korban laka lantas dapat terjaga
Dalam forum ini mengingat faktor terbesar penyebab kecelakaan adalah human error maka didapatkan rekomendasi dengan rencana tindak lanjut antara lain peningkatan kegiatan sosialisasi keselamatan lalu lintas khususnya usia produktif di rentang usia 15 sampai dengan 24 tahun, penambahan akses dan moda transportasi publik, peningkatan kualitas pelayanan daripada ambulance PSC 119 maupun ambulance sukarelawan.
Melalui kegiatan FLLAJ ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar instansi sehingga mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban kecelakaan, serta dapat menjaga Kanseltibcarlantas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Semarang khususnya dan Provinsi Jawa Tengah pada umumnya.





