Banyuasin– Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatera Selatan menggelar kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) serta sosialisasi kesamsatan di SMK Negeri 1 Suak Tapeh Banyuasin. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada para guru, yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada siswa. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang fungsi dan peran kesamsatan.
Acara yang dihadiri oleh tim pembina Samsat, termasuk perwakilan dari Jasa Raharja, Kepolisian, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Acara ini dihadiri oleh Penanggung Jawab Samsat Banyuasin 1, R. Komaruddin Desriva, yang bertindak sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, R. Komaruddin memberikan materi mengenai pentingnya kesadaran keselamatan berlalu lintas dan menjelaskan secara rinci tentang pelayanan kesamsatan, termasuk cara dan prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor.
R. Komaruddin Desriva menyampaikan, “Keselamatan lalu lintas bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat dan generasi muda. Dengan membekali guru dan siswa dengan pengetahuan tentang keselamatan lalu lintas dan kesamsatan, kita berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di jalan raya.”
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatera Selatan, Mulkan, menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting karena para guru diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menanamkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas kepada para siswa. Selain itu, kami juga ingin memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai kesamsatan dan pentingnya mereka memahami prosedur terkait, termasuk kewajiban administrasi kendaraan.”
Kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperkuat sinergi antara Jasa Raharja, Kepolisian, dan Bapenda dalam upaya bersama meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keselamatan lalu lintas dan kewajiban administrasi kendaraan. Diharapkan melalui kegiatan ini, baik guru maupun siswa akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keselamatan lalu lintas dan fungsi kesamsatan, yang pada gilirannya dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi semua pengguna jalan.





