Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan perkembangan penanganan sejumlah bencana di berbagai daerah selama periode 14–15 Mei 2026, termasuk angin kencang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan angin kencang di Klaten berdampak pada empat desa di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo. BNPB mencatat sebanyak 16 rumah mengalami rusak ringan, dua tempat usaha rusak berat, dua lainnya rusak ringan, sembilan pohon tumbang, serta satu tower seluler roboh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, karhutla di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, berdampak pada lahan seluas sekitar satu hektare. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh petugas BPBD bersama dinas terkait.
BNPB juga melaporkan banjir di Kota Kendari yang sebelumnya melanda sejak 8 Mei 2026 kini telah surut. Berdasarkan data terbaru, banjir tersebut menyebabkan dua warga meninggal dunia dan berdampak pada 1.393 keluarga di 22 kelurahan.
Selain itu, penanganan gerakan tanah di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap masih terus berlangsung. BPBD bersama pihak terkait saat ini fokus melakukan pembersihan material longsor dan penanganan jalan desa yang ambles.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun karhutla, serta memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di masing-masing wilayah.
Sumber RRI.co.id







