Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter pada seluruh proses pembelajaran, termasuk mata pelajaran umum seperti matematika. Untuk itu, pemerintah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan tiga pilar utama: mindful, meaningful, dan joyful, agar proses belajar lebih sadar, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa.
Mu’ti juga menekankan peran guru bimbingan konseling (BK) sebagai pendamping yang membantu siswa mengembangkan potensi, menghadapi masalah, dan membangun komunikasi dengan orang tua, berbeda dari kesan lama sebagai “guru hukuman”.
Untuk memperkuat karakter siswa, pemerintah meluncurkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, berinteraksi sosial, dan tidur tepat waktu. Selain itu, program Pagi Ceria diterapkan sebelum belajar, dengan menyanyikan lagu kebangsaan, senam, dan doa bersama.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguatan karakter siswa membutuhkan dukungan orang tua, masyarakat, dan media agar tercipta sinergi dalam pembentukan generasi berkarakter kuat.
Dikutip dari RRI.co.id








