Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP, Bonnie Triyana, menegaskan bahwa kesejahteraan guru dan dosen di Indonesia masih jauh dari layak. Ia menyoroti kasus guru di Kabupaten Gowa yang baru diangkat sebagai PPPK sehari sebelum pensiun, serta guru Sunarsih di Jawa Tengah, yang menghadapi kondisi serupa. Menurut Bonnie, gaji dan tunjangan pengajar tidak sebanding dengan dedikasi puluhan tahun mereka.
Bonnie menekankan bahwa anggaran pendidikan seharusnya tidak hanya dialokasikan untuk program baru, seperti makan bergizi gratis (MBG), tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen. Ia menyoroti tunjangan dosen dengan jabatan lektor kepala yang hanya sekitar Rp900 ribu dan tidak mengalami perubahan signifikan selama puluhan tahun.
“Hampir 40 persen dosen di perguruan tinggi, terutama swasta, menerima gaji di bawah Rp3 juta. Jika efisiensi dilakukan, dana itu bisa dialokasikan untuk kesejahteraan pengajar,” kata Bonnie.
Senada, anggota Komisi X DPR, Denny Cagur, menegaskan bahwa anggaran pendidikan harus benar-benar berdampak pada kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan nasional. Tujuannya, kata Denny, agar setiap kebijakan pendidikan menyentuh seluruh sektor dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Dikutip dari liputan6.com








