Arbani Yasiz dipercaya memerankan karakter Andika dalam film Musuh Dalam Selimut, peran yang menantang secara emosional berbeda dari proyek sebelumnya. Ia tertarik sejak pertama kali mendengar cerita film ini, terutama karena alurnya yang tak mudah ditebak dan penuh dinamika emosi.
Proses pendalaman karakter Andika menuntut Arbani menahan emosi yang dirasakan secara internal tapi tak boleh terlihat di luar, membuat pengalaman akting ini menjadi salah satu yang paling intens bagi dirinya. Arbani juga membangun chemistry alami dengan lawan mainnya, Megan Domani dan Yasmin Napper, berkat pengalaman bekerja sama sebelumnya.
Menurut Arbani, Andika adalah sosok yang larut dalam cinta hingga mengesampingkan logika, menjadikan karakternya kompleks dan menjadi penggerak konflik dalam cerita. Tantangan terbesar bagi Arbani adalah memahami psikologi Andika yang jauh dari pengalaman pribadinya, sehingga ia banyak berdiskusi dengan sutradara Hadrah Daeng Ratu dan rekan pemain demi menemukan pijakan emosional yang tepat.
Pendekatan film ini humanis, menampilkan Andika sebagai karakter yang memiliki luka dan alasan sendiri, tanpa dibuat hitam-putih. Bagi Arbani, peran ini membuka kemungkinan baru dalam perjalanan kariernya dan membuktikan bahwa ia mampu memainkan karakter dengan lapisan emosi yang berbeda.
Sumber liputan6.com








