Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan 19.408 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan terpaksa menjalani bulan puasa di tengah genangan air. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis menyebut banjir meluas di 75 titik di sejumlah desa dan kecamatan, dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 170 cm di wilayah terdalam seperti Kecamatan Cikarang Utara.
Dari jumlah terdampak, 94 KK atau 376 jiwa telah mengungsi ke lokasi aman, termasuk Kantor Kecamatan Tambun Utara dan Desa Karangraharja. Selain permukiman, 1.026 hektare lahan pertanian juga terdampak, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal. Beberapa titik mengalami longsor dan angin puting beliung, meski belum ada laporan korban jiwa.
BPBD bersama TNI-Polri, Tagana, PMI, relawan kebencanaan, BBWS, dan PJT II terus melakukan evakuasi, pendataan, pendirian tenda pengungsian, serta distribusi logistik. Dapur umum telah diaktifkan untuk sahur dan berbuka, termasuk penyediaan air bersih, makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan bayi dan lansia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bekasi Dodi Supriadi menekankan fokus penanganan pada keselamatan warga, khususnya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, dengan personel siaga 24 jam untuk memantau debit air dan memastikan suplai logistik tetap lancar.
Dikutip dari antaranews.com





