BI Catat Pinjaman Belum Cair Rp2,51 Kuadriliun, Kredit UMKM Masih Tertekan

Bank Indonesia (BI) menyoroti besarnya fasilitas kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan), mencapai Rp2,51 kuadriliun atau 23,18 persen dari total plafon kredit nasional hingga November 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebut kondisi ini mencerminkan permintaan kredit yang belum pulih sepenuhnya, dipengaruhi oleh perilaku wait and see pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal korporasi, dan penurunan suku bunga kredit yang masih lambat.

Meski BI telah menurunkan BI-Rate sebesar 125 basis poin menjadi 4,75 persen, suku bunga kredit hanya turun 24 bps dari 9,2 persen menjadi 8,96 persen pada November 2025. Suku bunga deposito satu bulan juga turun dari 4,81 persen menjadi 4,14 persen.

Permintaan kredit di segmen UMKM dan kredit konsumsi masih berhati-hati karena risiko meningkat. Rasio NPL bruto UMKM tercatat 4,5 persen, dan kredit UMKM kontraksi 0,64 persen yoy per November 2025.

Di sisi lain, ketahanan sektor perbankan tetap kuat, ditunjukkan dengan CAR 26,38 persen, NPL bruto 2,25 persen, NPL neto 0,90 persen, serta rasio AL/DPK 29,67 persen. Dana pihak ketiga tumbuh solid 12,03 persen yoy, mendukung kapasitas pembiayaan perbankan. Hasil stress test BI menunjukkan kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi tetap terjaga.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    BTN Siapkan Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Uang Tunai Jelang Lebaran 2026

    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun untuk memastikan kecukupan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Penyediaan dana…

    IHSG Senin Pagi Melemah 21,76 Poin

    Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi (16/3/2026) dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara itu, kelompok 45 saham…