Jakarta – Daging kambing sering dianggap “panas” dan pemicu hipertensi, padahal secara ilmiah aman dikonsumsi jika diolah dengan benar. Prof. Ronny Rachman Noor dari IPB menjelaskan, kunci sehatnya terletak pada pemilihan daging tanpa lemak berlebih dan metode memasak yang tepat, seperti memanggang, membakar, atau merebus, sambil menghindari penggunaan garam, mentega, atau saus berlemak berlebihan.
Daging kambing atau chevon memiliki lemak lebih rendah, protein tinggi, dan kolesterol moderat, sehingga mendukung kesehatan jantung jika dikonsumsi secukupnya. Selain itu, kandungan zat besi tinggi membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga stamina tubuh. Ternak yang digembalakan alami biasanya menghasilkan daging lebih sehat dibandingkan ternak dari penggemukan, dengan lemak jenuh lebih rendah.
Metode penyajian berperan besar dalam risiko hipertensi. Konsumsi moderat daging kambing, terutama yang diolah rendah lemak dan dipadukan dengan sayuran atau biji-bijian, tidak meningkatkan tekanan darah atau profil lemak secara signifikan, bahkan bagi individu dengan hipertensi ringan. Dengan cara ini, daging kambing bisa menjadi alternatif daging merah lebih sehat, kaya nutrisi, dan tetap nikmat.
Dikutip dari liputan6.com








