Defisit APBN Capai Rp240 Triliun, Ini Alasan Menteri Keuangan Purbaya

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari PDB. Kenaikan defisit ini merupakan konsekuensi dari strategi mempercepat belanja pemerintah di awal tahun agar pertumbuhan belanja merata sepanjang 2026 dan tidak menumpuk di akhir tahun.

Belanja negara hingga 31 Maret 2026 terealisasi sebesar Rp815 triliun, meningkat 31,4 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, sementara pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau naik 10,5 persen. Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional menjadi salah satu program dengan realisasi terbesar, tercatat Rp44 triliun atau 13,1 persen dari pagu.

Purbaya menegaskan defisit ini normal dan meminta masyarakat tidak khawatir. Pemerintah terus memantau penggunaan anggaran dan memberikan peringatan bila ada kementerian atau lembaga yang belanja tidak sesuai ketentuan. Rata-rata belanja pemerintah pada kuartal I 2026 tercatat 21,2 persen dari PDB, sedikit lebih tinggi dari rata-rata 17 persen, namun langkah ini dianggap strategis untuk mendukung dampak ekonomi yang optimal sepanjang tahun.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Pemerintah Perkuat Stok Jagung Nasional Lewat Inpres Nomor 3 Tahun 2026

    Pemerintah Indonesia melalui Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan stok jagung nasional dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2026. Inpres ini memuat pengadaan jagung dalam negeri sepanjang 2026-2029, dengan target 1…

    Harga Emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian Turun

    Jakarta – Selasa pagi 7 April 2026, harga emas di laman Sahabat Pegadaian menunjukkan penurunan serempak untuk tiga jenama. UBS turun menjadi Rp2.874.000 per gram, Antam Rp2.945.000 per gram, dan…