Diseminasi Pendidikan Lalu Lintas di Polda Banten: Penguatan Peran Guru Tekan Angka Kecelakaan Pelajar

Banten – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas pada usia pelajar terus diperkuat melalui kegiatan Diseminasi Pendidikan Lalu Lintas yang diselenggarakan di Polda Banten, Rabu tanggal 18 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Korlantas Polri, jajaran Polda Banten, PT Jasa Raharja, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, dengan peserta sebanyak 100 perwakilan guru tingkat SD hingga SMA se-Provinsi Banten.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong integrasi pendidikan lalu lintas ke dalam kurikulum sekolah sebagai salah satu treatment preventif yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Melalui pendekatan edukatif sejak dini, diharapkan terbentuk budaya tertib berlalu lintas yang kuat di kalangan pelajar.

Data penerima santunan kecelakaan menunjukkan bahwa korban usia pelajar masih berada pada kisaran 37 persen. Angka ini menandakan bahwa kelompok usia sekolah masih menjadi kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan formulasi upaya pencegahan yang lebih efektif dan berdampak signifikan, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui penguatan edukasi dan pembentukan karakter.

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pendidikan lalu lintas tidak lagi dipandang sebagai materi tambahan, melainkan sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran keselamatan.

Plt Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Banten, Baskara, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tingginya angka korban usia pelajar menjadi alarm bersama untuk melakukan langkah yang lebih terstruktur dan terukur. “Data santunan yang kami kelola menunjukkan bahwa sekitar 37 persen korban kecelakaan masih didominasi usia pelajar. Artinya, intervensi berbasis edukasi di lingkungan sekolah menjadi sangat relevan dan mendesak. Guru memiliki peran strategis sebagai role model dalam menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini. Jika pendidikan lalu lintas terintegrasi dalam kurikulum, maka dampaknya akan lebih sistemik dan berkelanjutan,” ujar Baskara.

Sinergi antara kepolisian, dunia pendidikan, dan Jasa Raharja merupakan bentuk optimalisasi peran dan fungsi masing-masing instansi: kepolisian dalam aspek regulasi dan penegakan hukum, dinas pendidikan dalam penguatan kurikulum, serta Jasa Raharja dalam fungsi preventif dan analisis data korban sebagai dasar kebijakan berbasis evidence.

Melalui diseminasi ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk mengimplementasikan program pendidikan lalu lintas secara konkret di satuan pendidikan, sekaligus memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam membangun generasi pelajar yang lebih sadar, tertib, dan berbudaya keselamatan.

  • Related Posts

    Jasa Raharja Cabang Sintang Melakukan Pendataan dan Verifikasi Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Sintang

    Sintang – Dalam memberikan pelayanan prima serta memastikan santunan yang diberikan tepat sasaran, Jasa Raharja Cabang melakukan kunjungan jemput bola kepada ahli waris korban akibat dari kecelakaan lalu lintas yang…

    Jasa Raharja Kalimantan Barat Melakukan Kunjungan ke Perusahaan Transportasi Surya Taksi Demi Memastikan Perlindungan Dasar Bagi Penumpang

    Pontianak – Jasa Raharja Wilayah Kalimantan Barat melaksanakan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke perusahaan transportasi Surya Taksi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi antara Jasa Raharja dengan para…