Distribusi Elpiji 3 Kg Pertamina Naik 7,7% Jelang Libur Akhir Tahun di Jawa Tengah dan DIY

PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayah Banyumas Raya selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Distribusi sebanyak 465.764 tabung dialokasikan ke lima kabupaten, yaitu Banyumas 127.834 tabung, Cilacap 122.264 tabung, Banjarnegara 60.640 tabung, Purbalingga 68.110 tabung, dan Kebumen 86.916 tabung.

Area Manager Communication Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan penyaluran ini merupakan tambahan pasokan di luar distribusi normal untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat saat libur panjang. Secara regional, tambahan pasokan di Jawa Tengah dan DIY mencapai 3,15 juta tabung atau setara 9.436 metrik ton, meningkat sekitar 7,7 persen dibanding penyaluran normal harian.

Distribusi dilakukan secara bertahap pada 25 Desember 2025 dan 1 Januari 2026 melalui pangkalan resmi Pertamina. Taufiq menekankan masyarakat diimbau membeli elpiji 3 kg hanya di pangkalan resmi untuk memastikan harga sesuai HET Rp18.000 per tabung.

Selain itu, masyarakat mampu diharapkan beralih ke elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg agar subsidi tepat sasaran. Informasi lokasi pangkalan resmi dapat diakses melalui laman subsiditepatlpg.mypertamina.id, sementara produk dan layanan Pertamina tersedia di aplikasi MyPertamina dan Call Center 135.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Impor BBM 2026-2027 Dikawal Jamintel, Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola

    PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI untuk mengawal transparansi pengadaan impor BBM, minyak mentah, dan LPG periode 2026-2027. Kerja sama tersebut ditandai…

    Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Kamis

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (20/8/2026). Rupiah bergerak naik 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp17.810 per dolar AS dibandingkan…