Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor 459 ton durian beku senilai Rp42,5 miliar ke China. Ekspor ini menjadi bagian dari keberhasilan pembukaan akses pasar setelah penandatanganan protokol ekspor durian antara kedua negara pada 2025.
Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menyebut capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah. Hingga kini, tercatat ratusan kontainer durian telah dikirim dengan nilai ekonomi ratusan miliar rupiah.
Ekspor langsung ke China memberikan efisiensi signifikan dengan memangkas waktu logistik dari sebelumnya hingga 56 hari menjadi sekitar 22–26 hari, sekaligus menurunkan biaya distribusi. Hal ini berdampak pada peningkatan daya saing dan keuntungan pelaku usaha.
Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah utama ekspor karena didukung fasilitas rumah kemas yang memenuhi standar internasional. Selain itu, potensi produksi durian yang besar menjadikan daerah ini sebagai salah satu sentra unggulan nasional.
Pemerintah menilai tingginya permintaan durian di pasar China membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor hortikultura. Dengan menjaga kualitas dan keamanan produk, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya di pasar global sekaligus meningkatkan devisa negara.
Dikutip dari antaranews.com








