Ngawi – Usia produktif antara 15 – 19 tahun dalam kurun waktu tahun 2024 dan 2025 di data Jasa Raharja secara berturut-turut selalu menjadi peringkat pertama sebagai korban terlibat laka lantas. Hal ini menjadi perhatian penuh Jasa Raharja untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan pelajar ini. Sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas pada pelajar. Jasa Raharja terus berinovasi salah satunya dengan melibatkan peran tenaga pengajar dan guru untuk berperan aktif meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas bagi muridnya. Kegiatan ini disebut Pengajar Peduli Kesalamatan Lalu Lintas.
Sebagai bukti keseriusan pelaksanaan program keselamatan transportasi ini, Jasa Raharja Rutin menggelar edukasi kepada guru di beberapa sekolah di Ngawi. Kali ini pada hari Kamis. 12 Februari 2026 giliran guru SMAN 1 Jogorogo Ngawi mendapatkan sosialisasi dari Jasa Raharja dalam kegiatan Pengajar Peduli Kesalamatan Lalu Lintas. Edwin Sulystiawan Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Widodaren Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya pencegahan laka lantas di usia pelajar dengan menggandeng guru untuk memberikan pesan-pesan keselamatan kepada muridnya untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. Edwin menghimbau bahwa pencegahan laka lantas ini bukan hanya menjadi tugas Jasa Raharja, melainkan tugas bersama salah satunya guru sebagai penanggung jawab murid selama di sekolah.
Dengan kegiatan Pengajar Peduli Kesalamatan Lalu Lintas ini diharapkan dapat meninimalkan kecelakaan lalu lintas di usia pelajar dan meningkatkan peran aktif tenaga pengajar untuk peduli akan risiko dan dampak kecelakaan lalu lintas pada usia pelajar.






