Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan program ‘gentengisasi’ akan sepenuhnya memanfaatkan produk lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri domestik sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kalau mau simple sih kita bisa saja impor, tapi menurut saya kita jangan melakukan itu. Kita gunakan kesempatan ini untuk menggerakkan industri dalam negeri kita, soal genteng ini,” ujar Menteri Ara saat rapat koordinasi terkait pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Program ini menargetkan industri genteng rumahan, yang menyerap banyak tenaga kerja, sebagai pemasok utama. Survei awal dilakukan di beberapa sentra produksi seperti Jatiwangi, Majalengka, Purwakarta, dan Bekasi untuk memastikan ketersediaan genteng lokal mencukupi kebutuhan program.
Ara menegaskan langkah ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga strategi memperkuat UMKM dan industri domestik. Kajian lengkap terkait program gentengisasi akan dilakukan dalam satu minggu dan dilaporkan ke pimpinan DPR serta BNPB.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan bahwa kebijakan ini akan langsung menguntungkan pelaku UMKM. Lonjakan permintaan genteng diperkirakan akan memacu inovasi, kreativitas, dan kapasitas produksi di sentra-sentra UMKM penyedia material bangunan.
“Di saat demand meningkat, supply harus menyesuaikan. Jadi otomatis UMKM kita yang paling diuntungkan,” ujar Maman.
Dengan kebijakan ini, pemerintah optimistis program gentengisasi dapat berjalan efektif, menyerap tenaga kerja lokal, dan memperkuat ekonomi berbasis UMKM di berbagai daerah.
Dikutip dari RRI.co.id








