Golkar: Capres Tak Harus Kader Parpol, yang Terbaik Harus Diberi Kesempatan

Partai Golkar menilai bahwa peluang menjadi calon presiden dan calon wakil presiden seharusnya terbuka bagi siapa pun, termasuk yang bukan berasal dari kader partai politik. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji, menanggapi usulan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait syarat kandidat dari kaderisasi partai.

Menurut Golkar, partai politik tetap memiliki peran penting dalam proses rekrutmen politik, namun tidak boleh menutup peluang bagi figur terbaik bangsa dari luar partai. Sarmuji menegaskan bahwa calon pemimpin nasional harus diberikan ruang seluas-luasnya, terlepas dari latar belakang kaderisasi.

Meski demikian, Golkar mengakui bahwa kader partai juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin melalui proses pembinaan internal. Oleh karena itu, keseimbangan antara kaderisasi partai dan keterbukaan terhadap figur eksternal dinilai penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Usulan KPK sendiri merupakan bagian dari kajian tata kelola partai politik yang bertujuan memperkuat sistem kaderisasi dan mencegah praktik korupsi di lingkungan politik.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    PDIP Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, Program Megatani Jadi Solusi

    Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga melalui program Megatani yang digagas politikus Sarifah Ainun Jariyah. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan ruang terbatas di rumah untuk…

    Baleg DPR Dorong Revisi UU Parpol untuk Atur Pendanaan dan Cegah Korupsi

    Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menilai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik perlu direvisi guna memperkuat pengaturan sumber dan pengelolaan keuangan partai. Langkah…