Harga Minyak Brent dan WTI Turun, Pasar Tunggu Laporan Persediaan AS

Jakarta – Harga minyak dunia turun dari level tertinggi dalam hampir 7 bulan pada sesi perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta). Penurunan ini terjadi setelah Iran menyatakan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) menjelang pembicaraan nuklir akhir pekan ini.

Dikutip dari CNBC, harga minyak Brent berjangka turun 72 sen atau 1,01% menjadi USD 70,77 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 68 sen atau 1,03% menjadi USD 65,63 per barel.

Sebelumnya, Brent berada di jalur untuk penutupan tertinggi sejak 31 Juli 2025, dan WTI sejak 1 Agustus 2025. Iran, produsen minyak terbesar ketiga OPEC, dan AS dijadwalkan menggelar putaran ketiga pembicaraan nuklir pada Kamis di Jenewa. AS menuntut Iran menghentikan program nuklirnya, sementara Iran menegaskan tidak mengembangkan senjata atom.

Faktor Penurunan

  1. Negosiasi Nuklir AS-Iran – Pernyataan Iran memicu ekspektasi stabilisasi pasokan minyak global.
  2. Tarif Impor AS – Pengenaan tarif 10% sementara terhadap impor global mempengaruhi sentimen pasar.
  3. Pasokan Minyak Venezuela – Kapal tanker baru siap ekspor minyak mentah dari Venezuela ke India mulai Maret, meningkatkan pasokan.
  4. Risiko Geopolitik – Premi risiko geopolitik untuk minyak AS diperkirakan USD 3–4/barel akibat ketegangan Timur Tengah.

Selain itu, Komisi Eropa berencana mengajukan proposal hukum melarang impor minyak Rusia permanen mulai 15 April 2026, yang turut memengaruhi sentimen pasar.

Prospek Pasar

Pasar saat ini menunggu laporan persediaan mingguan dari American Petroleum Institute (API) dan Administrasi Informasi Energi AS (EIA). Analis memperkirakan peningkatan persediaan minyak sebesar 1,3 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Februari 2026, dibandingkan penurunan 2,3 juta barel tahun lalu dan rata-rata peningkatan 3,1 juta barel selama lima tahun terakhir.

Penurunan harga ini mencerminkan keseimbangan antara optimisme diplomasi nuklir, risiko geopolitik, serta dinamika pasokan global yang terus dipantau pasar.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Rabu Pagi, Harga Emas UBS Rp3,099 Juta/gram dan Galeri24 Rp3,085 Juta/gram

    Harga emas batangan Rabu pagi, 25 Februari 2026, menunjukkan kenaikan dibanding hari sebelumnya. Berdasarkan data Sahabat Pegadaian pukul 08.04 WIB, emas UBS tercatat Rp3.099.000 per gram, naik dari Rp3,078 juta,…

    Rabu Ini, Harga Emas Antam Turun Rp45.000 ke Rp3,023 Juta/gram

    Harga emas Antam PT Antam Tbk pada Rabu, 25 Februari 2026, tercatat mengalami penurunan Rp45.000, dari Rp3.068.000 menjadi Rp3.023.000 per gram. Harga buyback emas Antam juga turun ke angka Rp2.802.000…