Harga Minyak Dunia Tembus USD 100 per Barel Akibat Pemangkasan Produksi Timur Tengah

Harga minyak dunia melonjak di atas USD 100 per barel pada Minggu, 8 Maret 2026, akibat pengurangan produksi oleh negara produsen utama di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz karena perang Iran.

Harga West Texas Intermediate (WTI) naik 17% menjadi USD 106,22 per barel, sementara Brent bertambah 15% menjadi USD 106,92 per barel. Kenaikan ini menandai lonjakan terbesar sejak 1983 dalam perdagangan berjangka minyak, dan harga minyak terakhir menembus USD 100 setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Kuwait mengumumkan pengurangan produksi dan output kilang karena ancaman Iran terhadap jalur aman kapal melalui Selat Hormuz. Produksi di Irak turun drastis, terutama di tiga ladang utama di selatan yang kini hanya menghasilkan 1,3 juta barel per hari dari sebelumnya 4,3 juta. Uni Emirat Arab juga mengelola produksi lepas pantai untuk mengantisipasi kapasitas penyimpanan yang menipis.

Sekitar 20% konsumsi minyak dunia diekspor melalui Selat Hormuz, sehingga penutupan jalur ini menyebabkan stok minyak menumpuk dan kapal tanker enggan melintas karena risiko serangan.

Presiden AS Donald Trump menilai kenaikan harga minyak jangka pendek sebagai “harga kecil yang layak dibayar” untuk menanggulangi ancaman nuklir Iran. Menteri Energi AS, Chris Wright, memperkirakan lalu lintas normal di Selat Hormuz akan pulih dalam beberapa minggu setelah operasi militer menghancurkan kemampuan Iran mengancam kapal tanker.

Kondisi geopolitik ini diperkirakan akan terus menekan pasokan minyak dunia hingga risiko Selat Hormuz sepenuhnya teratasi.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Rupiah Melemah ke Rp17.001/USD pada Pembukaan Senin Pagi

    Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Senin pagi, 9 Maret 2026, mengalami pelemahan sebesar 76 poin atau 0,45 persen, sehingga menembus level Rp17.001 per dolar AS. Posisi ini lebih rendah…

    Danantara Siapkan Rp16 Triliun Bangun Hunian MBR di Lahan Hibah Lippo

    Badan Pengelola Investasi Danantara menyiapkan anggaran hingga Rp16 triliun untuk pembangunan hunian vertikal di lahan hibah milik Lippo Group di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lahan seluas sekitar 30 hektare…