Harga Minyak Melonjak 4% Setelah Wapres AS Sebut Iran Abaikan Garis Merah Nuklir

JAKARTA – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. West Texas Intermediate (WTI) naik USD 2,86 atau 4,59% menjadi USD 65,19 per barel, sedangkan Brent menguat USD 2,93 atau 4,35% menjadi USD 70,35 per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah Wapres AS JD Vance menyatakan bahwa Iran tidak menanggapi garis merah AS dalam pembicaraan nuklir pekan ini, dan Presiden AS Donald Trump berhak menggunakan kekuatan militer jika diplomasi gagal. Vance menekankan, “Presiden telah menetapkan beberapa garis merah yang belum diakui dan diatasi oleh Iran.”

Ketegangan meningkat karena Garda Revolusi Iran menggelar latihan militer di Selat Hormuz, jalur vital bagi ekspor minyak global. Sekitar sepertiga pasokan minyak dunia melewati selat ini, sehingga pasar khawatir pasokan bisa terganggu jika konflik meningkat.

Sumber juga menyebut, kemungkinan kampanye militer AS terhadap Iran dapat berlangsung dalam skala besar dan lebih mirip perang penuh, berbeda dari operasi sebelumnya seperti penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. AS telah menempatkan kapal induk USS Abraham Lincoln di wilayah Timur Tengah, dan kapal induk kedua USS Gerald Ford sedang dalam perjalanan.

Sebelumnya, harga minyak sempat turun pada Selasa karena komentar konstruktif Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut pembicaraan nuklir dengan AS menghasilkan kesepakatan umum mengenai prinsip panduan. Namun, pernyataan Vance memicu kekhawatiran pasar dan kenaikan harga minyak secara signifikan.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Reli Perak Tahun Ini: Dari USD 29,46 ke USD 69,72, Apakah Akan Berlanjut?

    JAKARTA – Harga perak mencatat salah satu performa terbaiknya dalam 12 bulan terakhir, melonjak 137% dari Februari 2025 ke Februari 2026. iShares Silver Trust (SLV) mencatat kenaikan dari USD 29,46…

    BI Catat ULN Indonesia Triwulan IV 2025 Naik Jadi 431,7 Miliar Dolar AS

    JAKARTA – Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 431,7 miliar dolar AS, naik dari 427,6 miliar dolar AS pada triwulan III 2025.…