Harga Perak dan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi, Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Harga perak dan emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Jumat. Harga perak melonjak ke USD 55,33 per ounce, naik 3,5% dalam satu sesi dan mencatat kenaikan bulanan 13%. Sementara emas spot menguat 1% menjadi USD 4.192,78 per troy ounce, menuju kenaikan bulanan keempat beruntun.

Lonjakan harga logam mulia ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025. Pelaku pasar menilai komentar dovish dari pejabat The Fed dan melemahnya data ekonomi AS meningkatkan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter. Saat ini peluang pemangkasan suku bunga diperkirakan mencapai 89%, naik signifikan dari 50% pekan sebelumnya.

Selain faktor fundamental, faktor teknikal juga mendukung penguatan perak. Menurut analis Kitco Metals, tren bullish pada grafik perak dalam beberapa pekan terakhir memicu aksi beli para spekulan. Kombinasi ini diprediksi akan mempertahankan momentum penguatan harga perak dan emas dalam beberapa pekan ke depan.

Gangguan teknis di CME Group sempat menghentikan perdagangan selama beberapa jam, namun pasar kembali normal sekitar pukul 13.30 GMT, memastikan transaksi logam mulia tetap berjalan.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Jadi Andalan BSI, BSI OTO Tumbuh Positif di 2026

    PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif pada pembiayaan kendaraan melalui layanan BSI OTO. Hingga Juni 2026, nilai outstanding pembiayaan kendaraan syariah tersebut mencapai sekitar Rp6,7 triliun atau…

    Harga Perak Antam Melemah Rp900, Pasar Global Masih Dibayangi Kebijakan The Fed

    Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp900 menjadi Rp43.050 dari sebelumnya Rp43.950. Penurunan harga perak…