Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan harga referensi (HR) biji kakao periode Januari 2026 mengalami penurunan menjadi 5.662,38 dolar AS per MT, turun 5,27% dari bulan sebelumnya. Penurunan ini berdampak pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao yang turun menjadi 5.296 dolar AS per MT atau menurun 5,49%.
Menurut Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana, penurunan HR dan HPE dipicu oleh meningkatnya suplai biji kakao akibat membaiknya cuaca di negara produsen utama di Afrika Barat, sementara permintaan tidak meningkat signifikan.
Sementara itu, beberapa komoditas lain mengalami perubahan: HPE produk kulit tetap stabil, HPE getah pinus naik 3,24%, dan HPE beberapa jenis produk kayu seperti kayu veneer, wooden sheet, serta kayu olahan dari meranti, merbau, pinus, sengon, dan eucalyptus mengalami kenaikan. Namun, kayu olahan jati turun, dan beberapa kayu olahan tertentu tetap tidak berubah.
Penetapan HR CPO, HR dan HPE biji kakao, HPE produk kulit, HPE produk kayu, serta HPE getah pinus berlaku 1–31 Januari 2026 sesuai Kepmendag Nomor 2392 Tahun 2025. Produk minyak goreng RBD palm olein ≤25 kg dikenakan bebas bea keluar (0 USD/MT).
Dikutip dari antaranews.com








