Penajam Paser Utara – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Timur bersama Ditlantas Polda Kalimantan Timur dan Satlantas Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui kegiatan Safety Campaign, Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL), dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang menyasar komunitas ojek online di Kabupaten Penajam Paser Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Aula Polres Penajam Paser Utara. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antarpemangku kepentingan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pengemudi ojek online mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas serta kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan.
Kegiatan dihadiri oleh Kakanwil PT Jasa Raharja Kalimantan Timur Gentur A. Waseso, ST., MM., MBA, Kasubditkamsel Ditlantas Polda Kaltim, Kompol Ropiyani, S.H., serta Kasatlantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo, S.H., M.H. Turut hadir jajaran Jasa Raharja, kepolisian, serta komunitas pengemudi ojek online di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berkendara, potensi risiko kecelakaan di jalan, pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta langkah-langkah pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Selain edukasi, Jasa Raharja juga melaksanakan MUKL sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan serta keselamatan para pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya.
Kakanwil PT Jasa Raharja Kalimantan Timur Gentur A. Waseso, ST., MM., MBA., menyampaikan bahwa pengemudi ojek online merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang memiliki intensitas mobilitas cukup tinggi sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.
“Pengemudi ojek online merupakan bagian penting dalam ekosistem transportasi saat ini. Tingginya mobilitas tentu beriringan dengan risiko yang dihadapi di jalan. Karena itu, kami ingin mendorong agar aspek keselamatan menjadi prioritas dalam setiap aktivitas berkendara, bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lainnya,” ujar Gentur.
Lebih lanjut, Gentur menegaskan bahwa upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara Jasa Raharja, kepolisian, pemerintah daerah, komunitas, serta seluruh pengguna jalan.
“Jasa Raharja tidak hanya hadir ketika terjadi kecelakaan melalui pemberian perlindungan dasar kepada korban, tetapi juga memiliki komitmen untuk mengambil peran dalam upaya pencegahan kecelakaan. Melalui edukasi keselamatan, pemeriksaan kesehatan, dan pelatihan pertolongan pertama seperti ini, kami berharap dapat membangun budaya keselamatan yang semakin kuat di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, sinergi bersama Ditlantas Polda Kaltim dan Satlantas Polres PPU menjadi bagian penting dalam memperkuat pesan keselamatan kepada masyarakat. Kepolisian memiliki peran strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus memberikan pemahaman mengenai potensi pelanggaran dan risiko kecelakaan yang dapat terjadi di jalan.
Melalui kegiatan tersebut, Jasa Raharja berharap para pengemudi ojek online dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing serta turut menyebarluaskan pesan keselamatan kepada sesama pengguna jalan.






