Jasa Raharja Wilayah Bali Bersama Stakeholder Kembali Gaungkan Tertib Lalu Lintas Sejak Usia Dini di Denpasar

Denpasar – Komitmen membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini kembali ditegaskan Jasa Raharja Wilayah Bali bersama para stakeholder melalui kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas di SD 3 Peguyangan dan SMP 13 Denpasar. Rabu (25/02/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi preventif yang berkelanjutan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya pada kelompok usia pelajar yang tergolong rentan. Edukasi diberikan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang aman, pentingnya penggunaan helm standar, hingga pemahaman risiko berkendara sebelum cukup usia.

Dalam penyampaiannya, materi dikemas secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami serta menarik perhatian siswa. Sesi tanya jawab, simulasi sederhana, serta penyampaian contoh kasus nyata turut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar aturan, melainkan kebutuhan bersama.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak dalam aktivitas berkendara. Banyak kasus kecelakaan melibatkan pelajar yang belum memenuhi syarat usia maupun administrasi untuk mengemudi. Oleh karena itu, edukasi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi diharapkan dapat diteruskan menjadi diskusi di lingkungan keluarga.

Forum penyuluhan ini juga menekankan bahwa budaya disiplin berlalu lintas harus dibangun melalui pembiasaan. Hal-hal sederhana seperti memakai helm dengan benar, tidak berboncengan lebih dari ketentuan, serta mematuhi rambu dan marka jalan menjadi fondasi karakter tertib yang harus ditanamkan sejak dini.

Perwakilan Jasa Raharja Wilayah Bali menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang lebih sadar keselamatan. Sinergi antara sekolah, aparat terkait, dan Jasa Raharja menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem keselamatan jalan yang berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mengingatkan teman sebaya maupun keluarga tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Karena keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas di jalan, tetapi tanggung jawab setiap individu yang menggunakannya.

  • Related Posts

    Banjir Makassar, 239 KK Mengungsi di 15 Titik Pengungsian

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencatat jumlah pengungsi banjir di Makassar bertambah menjadi 878 jiwa. Para pengungsi berasal dari dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Biringkanaya dan…

    Jasa Raharja Wilayah Bali Dorong Penguatan Strategi Pencegahan dalam Forum Komunikasi Lalu Lintas Kabupaten Tabanan

    Tabanan – Komitmen bersama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas kembali ditegaskan dalam kegiatan Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Tabanan yang digelar pada bulan Februari. Jasa Raharja Wilayah Bali…