Tabanan – Komitmen bersama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas kembali ditegaskan dalam kegiatan Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Tabanan yang digelar pada bulan Februari. Jasa Raharja Wilayah Bali turut hadir bersama para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu strategis keselamatan transportasi di wilayah tersebut. Rabu (25/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasat Lantas Polres Tabanan, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, serta Bappeda Kabupaten Tabanan. Forum ini menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk menyamakan langkah dalam menghadapi dinamika permasalahan lalu lintas yang terus berkembang.
Dalam pembahasan, disampaikan evaluasi data kecelakaan lalu lintas terkini, termasuk tren peningkatan pada jam-jam rawan, dominasi kendaraan roda dua dalam angka kecelakaan, serta tingginya pelanggaran yang disebabkan oleh kurangnya disiplin berlalu lintas. Selain itu, turut dibahas kondisi infrastruktur jalan di beberapa titik yang memerlukan perhatian, seperti minimnya penerangan jalan umum, rambu yang kurang optimal, serta perlunya rekayasa lalu lintas di kawasan padat aktivitas masyarakat.
Forum juga menyoroti pentingnya penguatan edukasi keselamatan kepada kelompok usia produktif dan pelajar, mengingat tingginya mobilitas serta potensi risiko pada segmen tersebut. Upaya preventif dinilai tidak hanya cukup melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi pendekatan persuasif dan kampanye keselamatan yang berkelanjutan.
Dari sisi pelayanan pascakecelakaan, sinergi antara kepolisian, fasilitas kesehatan, dan Jasa Raharja menjadi salah satu fokus pembahasan. Optimalisasi kecepatan pelaporan, validasi data korban, hingga percepatan proses penjaminan santunan menjadi bagian dari komitmen bersama agar korban kecelakaan mendapatkan kepastian layanan secara cepat, tepat, dan transparan.
Perwakilan Jasa Raharja Wilayah Bali menegaskan bahwa forum komunikasi seperti ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk merumuskan langkah konkret berbasis data dan kolaborasi. Pendekatan yang terintegrasi diyakini mampu menekan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Tabanan.
Melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas ini, seluruh stakeholder sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan di titik rawan, serta mengintegrasikan program keselamatan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Karena keselamatan di jalan raya bukan hanya soal aturan — tapi soal kepedulian bersama untuk melindungi setiap nyawa yang melintas.






