Sebanyak 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak awal Juli 2026. Data BPBD Jawa Barat mencatat sebanyak 205.567 jiwa terdampak yang tersebar di 194 desa dan 89 kecamatan. Wilayah dengan dampak paling besar berada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.
Di Kabupaten Bogor, kekeringan melanda 24 kecamatan dan 87 desa atau kelurahan dengan jumlah warga terdampak mencapai 100.830 jiwa. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat telah menyalurkan sekitar 802.500 liter air bersih. Sementara itu, Kabupaten Karawang mencatat krisis air di sembilan desa pada empat kecamatan dengan sekitar 12 ribu warga terdampak dan bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai lebih dari 237 ribu liter.
Krisis air bersih di Kabupaten Bekasi juga berdampak pada enam desa di tiga kecamatan. BPBD setempat telah mendistribusikan pasokan air ke 26 titik lokasi terdampak untuk memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau.
Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan kondisi kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya karena dipengaruhi fenomena El Nino. Selain faktor cuaca, peningkatan kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk turut memperluas dampak kekeringan. Untuk membantu masyarakat, Pemprov Jawa Barat telah mendistribusikan 4.013.500 liter air bersih ke berbagai daerah terdampak.






