Cara membuat air rebusan sambiloto tidak boleh dilakukan sembarangan. Meski dikenal sebagai tanaman herbal dengan rasa pahit, sambiloto (Andrographis paniculata) menyimpan banyak manfaat kesehatan berkat kandungan senyawa aktifnya, terutama andrographolide.
Dokter dari Unit Pelayanan Kesehatan Tradisional (UPF Yankestrad) Tawangmangu RSUP Dr Sardjito, dr. Danang Ardiyanto, MKM, menjelaskan bahwa suhu, waktu perebusan, dan metode ekstraksi sangat menentukan kualitas air rebusan sambiloto.
“Jika prosesnya tidak tepat, senyawa aktif seperti andrographolide bisa rusak dan manfaatnya berkurang,” jelas Danang.
Manfaat Sambiloto bagi Kesehatan
Sambiloto dikenal memiliki aktivitas antidiabetes, antiinflamasi, hingga antikanker. Kandungan andrographolide berperan dalam menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat kerja enzim alfa-glukosidase.
Selain itu, sambiloto juga bermanfaat untuk:
- Meredakan peradangan seperti asma dan radang sendi
- Melindungi fungsi hati (hepatoprotektif)
- Mendukung sistem imun
- Memiliki aktivitas antibakteri dan antivirus
Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi sambiloto sebagai antikanker karena kemampuannya menghambat pertumbuhan sel abnormal. Meski demikian, penggunaannya tetap harus bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis.
Cara Membuat Air Rebusan Sambiloto yang Tepat
Menurut Danang, metode paling sederhana adalah infusa jamu, yaitu ekstraksi bahan herbal menggunakan air panas.
Langkah-langkahnya:
- Gunakan sambiloto yang bersih dan sudah dikeringkan
- Panaskan air hingga suhu sekitar 90 derajat Celsius
- Masukkan sambiloto ke dalam air panas
- Ekstraksi selama kurang lebih 15 menit sambil diaduk sesekali
- Saring air rebusan dalam kondisi masih panas
Air rebusan sambiloto sebaiknya langsung dikonsumsi dan tidak disimpan lebih dari 24 jam karena berisiko terkontaminasi kuman dan jamur.
Aturan Konsumsi yang Perlu Diperhatikan
Meski alami, air rebusan sambiloto tidak dianjurkan dikonsumsi berlebihan. Ibu hamil, penderita penyakit tertentu, serta orang yang sedang mengonsumsi obat medis sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Dikutip dari liputan6.com








