Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong perguruan tinggi untuk menjadi motor inovasi sekaligus penggerak hilirisasi pertanian nasional.
Menurutnya, peran kampus sangat penting dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, sekaligus memperkuat kemandirian serta ketahanan pangan Indonesia.
Amran menegaskan, capaian produksi pangan yang terus meningkat harus diimbangi dengan inovasi dan hilirisasi teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Ia menyebut stok beras nasional diproyeksikan mencapai 5 juta ton, sebuah capaian yang dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, Amran mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengolahan hasil dan pemanfaatan inovasi agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Ia menilai riset yang dihasilkan kampus sudah cukup kuat, namun masih lemah dalam aspek hilirisasi dan pemasaran. Oleh karena itu, perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan teknologi yang aplikatif dan siap digunakan di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga berharap kampus mampu mengembangkan alat dan mesin pertanian secara mandiri, termasuk inovasi kendaraan listrik dan teknologi berbasis kebutuhan petani.
Sebagai contoh, Amran menyoroti inovasi traktor perahu yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang dinilai perlu disempurnakan dan diproduksi secara massal.
Sumber RRI.co.id







