Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong para pelaku usaha rintisan (startup) untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat acara kelulusan Program Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Selasa (24/2).
Meutya menekankan Indonesia memiliki potensi pasar digital yang besar di Asia Pasifik. Dari total 278 juta penduduk, sekitar 80,66 persen atau lebih dari 230 juta jiwa telah terkoneksi internet. Potensi ini didukung oleh inovasi teknologi, transformasi sektor tradisional, dan kualitas sumber daya manusia digital yang kuat, sehingga memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional di Asia Tenggara.
Ia menyebutkan, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai USD 80 miliar dan diproyeksikan menembus lebih dari USD 130 miliar pada 2025. Meutya menegaskan pertumbuhan ini bukan alami, tetapi didorong oleh inovasi teknologi dan kreativitas SDM digital Indonesia.
Selain itu, Menkomdigi mengajak talenta digital untuk terus meningkatkan inovasi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI). Tujuannya, menjadikan Indonesia tidak sekadar pasar digital, tetapi sebagai pusat inovasi AI (AI innovation hub) di kawasan ASEAN. Meutya menekankan pentingnya kolaborasi startup dan talenta digital untuk menciptakan inovasi teknologi baru yang dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Sumber RRI.co.id







