Harga minyak dunia melonjak tajam dan menembus level USD 107 per barel, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan ini terjadi setelah upaya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami kebuntuan.
Mengacu pada data pasar global, minyak acuan Brent naik lebih dari 2 persen hingga mencapai USD 107,89 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS juga menguat ke level USD 96,63 per barel.
Selain kegagalan diplomasi, situasi di Selat Hormuz turut memperburuk sentimen pasar. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga.
Ketegangan semakin meningkat setelah laporan adanya aksi penjagaan kapal oleh pasukan Iran di wilayah tersebut. Di sisi lain, Presiden Donald Trump juga membatalkan rencana pengiriman utusan untuk melanjutkan perundingan dengan Iran.
Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi gangguan pasokan energi global, yang pada akhirnya mendorong harga minyak dunia naik signifikan di awal pekan.
Dikutip dari liputan6.com








