Yogyakarta – Dalam rangka mendukung peningkatan tata kelola pembayaran Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU), PT Jasa Raharja melaksanakan kegiatan koordinasi terkait integrasi sistem pembayaran IWKBU pada Senin, 27 April 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di PT Aldrien (Askom) D.I. Yogyakarta sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pembayaran berbasis loket di SAMSAT.
Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya integrasi sistem pembayaran IWKBU di SAMSAT guna menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Selain itu, integrasi sistem ini juga diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meminimalisir potensi fraud serta mengantisipasi keterlambatan penyetoran IWKBU, sehingga mendukung optimalisasi penerimaan serta tertib administrasi.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi juga difokuskan pada penguatan sistem dan mekanisme pembayaran dalam rangka mendukung implementasi Sistem Terintegrasi Pembayaran (STP) IWKBU di SAMSAT. Melalui sinergi dengan pihak pengelola sistem, diharapkan proses pembayaran dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta memberikan kemudahan bagi seluruh pihak terkait.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sub Bagian SW dan Humas Trisno Supriyadi F, Kepala Sub Bagian Iuran Wajib Chikhita Kharisma P, serta perwakilan dari PT Aldrien (Askom), yaitu Bapak Radit. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin solid dalam mendukung implementasi sistem pembayaran IWKBU yang terintegrasi, guna meningkatkan pelayanan dan akuntabilitas pengelolaan iuran wajib di SAMSAT.
Chikhita Kharisma P selaku Kepala Sub Bagian Iuran Wajib menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penguatan sistem pembayaran Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) di SAMSAT. Ia menegaskan bahwa integrasi sistem pembayaran menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, serta mampu meminimalisir potensi terjadinya penyimpangan dalam proses pengelolaan iuran wajib.
Lebih lanjut, Chikhita Kharisma P menjelaskan bahwa melalui integrasi sistem pembayaran berbasis loket, diharapkan seluruh proses transaksi IWKBU dapat tercatat secara sistematis dan terpantau secara real time. Hal ini tidak hanya akan mengurangi risiko keterlambatan penyetoran, tetapi juga mendukung peningkatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana yang dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Chikhita Kharisma P juga menambahkan bahwa sinergi dengan pihak pengelola sistem, dalam hal ini PT Aldrien (Askom), menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi Sistem Terintegrasi Pembayaran (STP) IWKBU. Dengan koordinasi yang berkelanjutan dan komitmen bersama, diharapkan sistem yang dibangun dapat berjalan optimal serta memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan bagi seluruh pemangku kepentingan.






