Presiden Prabowo Subianto memutuskan menambah kuota program bedah rumah menjadi 400 ribu unit pada 2026, naik dari 45 ribu unit pada tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Selain program bedah rumah, pemerintah juga memperluas akses kepemilikan hunian melalui rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah sendiri.
Pelaksanaan program rumah subsidi melalui FLPP telah berlangsung sejak September 2025. Sejumlah akad massal telah digelar, termasuk untuk 26 ribu unit di Bogor dan 62 ribu unit di Batang, Jawa Tengah.
Maruarar mengatakan pemerintah berencana menggelar akad massal untuk 71 ribu rumah subsidi pada Desember 2026 di Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Presiden Prabowo dan mencakup rumah subsidi di berbagai wilayah Indonesia.
Peningkatan kuota bedah rumah dan perluasan program rumah subsidi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.








