Pengamat: Pilkada Lewat DPRD Tak Menjamin Hemat Biaya

Pengamat kebijakan dan politik dari Universitas Brawijaya, Andhyka Muttaqin, menegaskan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD tidak otomatis menekan biaya penyelenggaraan. Sistem ini justru berpotensi memindahkan proses pemilihan dari ruang publik ke ruang transaksi elit yang sulit diawasi, meningkatkan risiko praktik korupsi, dan membatasi hak pilih masyarakat.

Andhyka menekankan, penghematan biaya tidak boleh dijadikan alasan untuk mengganti sistem pilkada langsung menjadi tak langsung. Legitimasi kekuasaan, menurutnya, lahir dari kehendak rakyat dan partisipasi publik.

Meski pilkada langsung membutuhkan biaya, waktu, dan energi besar, Andhyka menyoroti beberapa langkah untuk menekan ongkos penyelenggaraan:

  • Transparansi dana kampanye.
  • Pembatasan biaya masuk akal.
  • Penguatan pendanaan partai politik agar kandidat tidak bergantung modal pribadi atau praktik mahar.
  • Penyederhanaan desain pilkada, sinkronisasi jadwal, dan digitalisasi administrasi.

Dengan strategi ini, pilkada langsung tetap lebih demokratis sekaligus lebih efisien secara biaya dan penyelenggaraan.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali Meski Konflik Timur Tengah

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan stok pangan di Indonesia tetap cukup dan harga terjangkau meski terjadi konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan,…

    Mahfud MD: Pemilu Open Legal Policy, DPR Bebas Tentukan Sistem

    Jakarta – Pakar hukum tata negara Mahfud MD menegaskan pemilihan umum adalah open legal policy, sehingga DPR RI memiliki kebebasan menentukan sistem pemilu ke depannya, baik proporsional terbuka maupun tertutup,…