PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) membukukan laba bersih Rp3,6 triliun sepanjang 2025, dengan total pendapatan tumbuh 3,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp12,6 triliun. Pendapatan non-bunga melonjak 34,1 persen yoy menjadi Rp2,6 triliun.
Penyaluran kredit naik 5,5 persen yoy menjadi Rp163,3 triliun, terutama ditopang segmen korporasi yang tumbuh 11,2 persen yoy menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross 2,1 persen dan LAR membaik ke 4,3 persen. Rasio pencadangan juga kuat, dengan NPL coverage 356 persen.
Total aset meningkat 3,6 persen yoy menjadi Rp268,3 triliun. Simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen yoy menjadi Rp192,8 triliun, didorong kenaikan CASA 20,1 persen sehingga rasio CASA naik ke 63,9 persen. Likuiditas tetap sehat dengan LDR 84,5 persen, LCR 296,5 persen, dan NSFR 126,8 persen.
Rasio permodalan tergolong solid dengan CAR 34,6 persen dan CET-1 26,6 persen. Sementara itu, Unit Usaha Syariah mencatat laba operasional sebelum provisi Rp785,3 miliar atau tumbuh 8,1 persen yoy, dengan rasio CASA mencapai 73,6 persen.
Dikutip dari antaranews.com







