Penebusan pupuk subsidi 2026 langsung berjalan sejak pukul 00.00 WIB pada 1 Januari, tercatat 147 transaksi di berbagai daerah Indonesia. Data tersebut terdiri dari 74 transaksi melalui sistem iPubers (KTP) dan 73 transaksi menggunakan Kartu Tani, menunjukkan kesiapan sistem distribusi pemerintah sejak awal tahun.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alamsyah, menyatakan bahwa penyaluran pupuk subsidi dilakukan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah diturunkan 20 persen sebagai bentuk perlindungan daya beli petani. Sistem iPubers dan Kartu Tani terbukti siap digunakan untuk mempermudah akses petani.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan ketersediaan pupuk subsidi tepat waktu sejak awal tahun sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga stabilitas produksi pangan dan mempercepat swasembada pangan nasional.
Salah satu petani, Salim dari Desa Jeruklegi Wetan, Kabupaten Cilacap, menebus 800 kilogram pupuk urea di kios resmi UD Tunggul Makmur tepat pada pukul 00.01 WIB. Salim menyampaikan apresiasi atas kelancaran penyaluran pupuk subsidi yang memudahkan aktivitas pertanian sejak awal tahun.
Dikutip dari antaranews.com








