Rencana Penambahan Fakultas Kedokteran, DPR Tekankan Jangan Korbankan Mutu dan Akses

Komisi IX DPR RI mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam merealisasikan rencana penambahan fakultas kedokteran di Indonesia. Upaya mengejar jumlah dokter dinilai tidak boleh mengorbankan kualitas pendidikan maupun akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa pembukaan program studi kedokteran harus disertai kesiapan ekosistem pendidikan yang memadai, mulai dari dosen berkualifikasi, rumah sakit pendidikan, hingga sistem pembinaan klinik sesuai standar nasional. Menurutnya, fakultas kedokteran bukan sekadar dibuka, tetapi membutuhkan investasi besar dan perencanaan matang.

Edy juga menyoroti mahalnya biaya pendidikan kedokteran yang berpotensi memperlebar ketimpangan sosial jika tidak diintervensi negara. Ia mengingatkan, tanpa kebijakan yang berpihak pada masyarakat kurang mampu, penambahan fakultas kedokteran justru dapat memperkuat kapitalisasi pendidikan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan penambahan fakultas kedokteran dan peningkatan daya tampung mahasiswa guna mengatasi kekurangan lebih dari 100 ribu dokter di Indonesia. Meski rasio dokter nasional mendekati standar minimal, persoalan kekurangan dokter spesialis dan ketimpangan distribusi, terutama di wilayah 3T, masih menjadi tantangan utama.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret Tentukan Lebaran 2026

    Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Sidang digelar di…

    Seskab Paparkan Renovasi 16 Ribu Sekolah dan 218 Jembatan

    Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian pemerintah, termasuk renovasi lebih dari 16 ribu sekolah dan pembangunan 218 jembatan dalam 2,5 bulan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana…